UNMAHA – Pernah dengar istilah Six Sigma, tapi masih bingung cara menghitung Six Sigma? Atau mungkin kamu sering dengar ini disebut-sebut di dunia kerja, terutama di industri manufaktur, tapi belum benar-benar paham maksudnya? Tenang saja, kamu tidak sendirian.
Banyak orang penasaran dengan konsep yang satu ini. Nah, lewat artikel ini, kita bakal kupas tuntas dan jelasin dengan bahasa yang lebih mudah, tanpa istilah ribet yang bikin pusing. Jadi, yuk kita bahas bagaimana cara menghitung Six Sigma, kenapa ini penting, dan bagaimana kamu bisa menerapkannya.
Apa Itu Six Sigma?
Sebelum kita ngomongin cara menghitung Six Sigma, yuk kita kenalan dulu sama konsep dasarnya. Six Sigma adalah metode atau pendekatan yang fokus pada peningkatan kualitas proses dengan cara mengurangi variasi dan cacat (defects). Intinya, Six Sigma itu ingin segala sesuatu berjalan dengan presisi tinggi dan kesalahan seminimal mungkin.
Jika diukur-ukur, dalam level Six Sigma, hanya ada sekitar 3,4 cacat per satu juta kesempatan. Artinya, jika kamu bikin satu juta produk atau layanan, maksimal hanya 3 atau 4 yang gagal. Gila, ya? Presisinya sudah kayak mesin jam Swiss!
Kenapa Harus Peduli Sama Six Sigma?
Oke, mungkin kamu mikir: “Ngapain sih repot-repot mikirin cacat sampai sekecil itu?”
Well, coba bayangin kamu kerja di rumah sakit, pabrik mobil, atau bahkan perusahaan jasa keuangan. Sedikit aja kesalahan bisa berdampak besar. Di sinilah Six Sigma berperan, memastikan proses berjalan seefisien mungkin dan bebas dari kesalahan fatal.
Selain itu, perusahaan yang menerapkan Six Sigma biasanya juga lebih hemat biaya, lebih cepat dalam proses, dan lebih unggul dari pesaingnya. Jadi, bukan hanya teori doang, ini benar-benar berdampak secara nyata.
Cara Menghitung Six Sigma, Step by Step
Sekarang masuk ke bagian utama, bagaimana cara menghitung Six Sigma. Yuk kita pecah jadi langkah-langkah biar lebih gampang dipahami.
1. Tentukan Unit dan Peluang
Langkah pertama adalah menentukan unit apa yang mau kamu ukur. Ini bisa berupa produk, layanan, atau proses. Misalnya kamu punya usaha percetakan, maka unit-nya bisa berupa satu halaman cetakan. Lalu, kamu juga harus menentukan peluang terjadinya cacat. Satu unit bisa punya banyak peluang cacat. Misalnya, halaman cetakan bisa cacat karena warna pudar, tinta bleber, kertas sobek, atau salah cetak. Jadi misalnya satu halaman punya 4 peluang cacat.
Contoh:
- Total unit yang diproduksi: 10.000 halaman
- Peluang cacat per unit: 4
- Total peluang: 10.000 x 4 = 40.000
2. Hitung Jumlah Cacat yang Terjadi
Langkah berikutnya, kamu perlu tahu berapa jumlah cacat aktual yang terjadi. Misalnya dari 10.000 halaman, ada 80 halaman yang punya cacat. Tapi ingat, satu halaman bisa punya lebih dari satu cacat. Misalnya total ada 120 cacat dari seluruh produksi, maka kita pakai angka 120.
3. Hitung DPMO (Defects Per Million Opportunities)
Nah, sekarang kita masuk ke hitungan awal Six Sigma yaitu DPMO alias Defects Per Million Opportunities. Rumusnya kayak gini:
DPMO = (Jumlah Cacat / Total Peluang) x 1.000.000
Contoh:
- Jumlah cacat: 120
- Total peluang: 40.000
- DPMO = (120 / 40.000) x 1.000.000 = 3.000
Artinya, dalam satu juta peluang, ada sekitar 3.000 cacat.
4. Konversi DPMO ke Level Sigma
Langkah terakhir adalah mengubah angka DPMO tadi ke level sigma. Ini biasanya pakai tabel konversi atau software statistik. Tapi secara umum, berikut gambaran kasar konversinya:
| DPMO | Level Sigma |
|---|---|
| 690.000+ | <1 Sigma |
| 308.537 | 2 Sigma |
| 66.807 | 3 Sigma |
| 6.210 | 4 Sigma |
| 233 | 5 Sigma |
| 3.4 | 6 Sigma |
Jika DPMO kamu tadi 3.000, maka itu berarti kamu ada di sekitar level 4.2 sampai 4.3 Sigma. Sudah bagus, tapi masih ada ruang untuk perbaikan.
Baca Juga: Perbedaan Lean dan Six Sigma yang Penting untuk Kamu Ketahui
Alat Bantu dalam Six Sigma
Menghitung Six Sigma tidak selalu harus manual. Ada banyak alat bantu atau software yang bisa digunakan, kayak:
- Minitab
- Excel (dengan rumus dan tools tambahan)
- SigmaXL
- JMP
Tapi penting juga buat paham dasarnya, biar kamu ngerti prosesnya dan tidak hanya asal klik.
Metodologi DMAIC, Teman Setia Six Sigma
Jika kamu serius mau menerapkan Six Sigma di tempat kerja atau bisnis, kamu juga harus kenal sama yang namanya DMAIC. Ini adalah metode sistematis untuk menyelesaikan masalah kualitas. DMAIC sendiri singkatan dari:
- Define. Tentukan masalah dan tujuan.
- Measure. Ukur proses dan performa saat ini.
- Analyze. Cari akar penyebab cacat.
- Improve. Lakukan perbaikan proses.
- Control. Pastikan perbaikan tetap konsisten.
Jadi, menghitung Six Sigma itu hanya sebagian kecil dari proses perbaikan yang lebih luas.
Kapan Harus Menggunakan Six Sigma?
Six Sigma cocok dipakai ketika:
- Kamu ingin meningkatkan kualitas produk atau layanan.
- Ada proses yang sering bikin masalah dan kamu butuh solusi jangka panjang.
- Kamu ingin mengurangi biaya karena kesalahan atau kegagalan produksi.
- Perusahaan ingin naik kelas dalam standar operasional.
Tidak harus perusahaan besar kok. Bahkan UKM atau bisnis rumahan juga bisa banget belajar dan menerapkan prinsip-prinsip dasarnya.
Six Sigma Itu Bukan Hanya Untuk Orang Statistik
Meskipun Six Sigma banyak berkaitan sama angka dan statistik, bukan berarti kamu harus jadi jago matematika dulu baru bisa ngerti. Intinya, Six Sigma ngajarin kita buat lebih peduli sama kualitas dan konsistensi dalam setiap hal yang kita kerjakan.
Sekarang kamu sudah tahu kan bagaimana cara menghitung Six Sigma? Mulai dari mengerti unit dan peluang, ngitung cacat, sampai konversi ke level Sigma. Semua itu bisa banget kamu pelajari dan terapkan, apalagi jika kamu ingin proses kerja yang lebih rapi dan efisien. Ingat, tidak ada proses yang sempurna. Tapi dengan mindset Six Sigma, kita bisa bikin kesalahan jadi super minimal dan bikin pelanggan (dan bos!) makin puas.
Jika kamu tertarik sama hal-hal seperti efisiensi proses, analisis data, dan pengembangan kualitas kerja, mungkin ini saat yang tepat buat lanjut kuliah. Lagi ada nih penerimaan mahasiswa baru di Universitas Mahakarya Asia! Kampus ini punya beberapa jurusan kece yang bisa banget kamu pilih jika kamu tertarik dengan dunia manajemen dan teknologi.
Seperti jurusan Sarjana Manajemen, di UNMAHA pembelajaran tidak berhenti di teori, kamu akan terlibat dalam proyek langsung, mendapat kesempatan magang di perusahaan ternama, dan dibimbing oleh para dosen profesional di bidangnya.
UNMAHA juga menyediakan program Sertifikasi Digital Transformation Planner 4.0, sertifikasi ini menegaskan bahwa kamu memiliki keahlian yang teruji dalam merumuskan, merencanakan, dan mengelola proses transformasi digital sesuai standar industri terkini.
Belajar di Universitas Mahakarya Asia bukan hanya soal teori, tapi juga dibekali mindset praktis dan siap kerja. Yuk, ambil langkah awal buat masa depan kamu yang lebih terarah! Info lengkap & pendaftaran bisa langsung hubungi Admin PMB.
Cuan dari Rumah? Bisa Banget Bareng Adolo.id!
Lagi cari peluang cuan tambahan dari rumah? Yuk, jadi reseller laptop bareng Adolo.id! Tanpa modal gede, tanpa ribet, dan kamu sudah bisa jualan laptop original berkualitas. Cocok buat pelajar, mahasiswa, atau siapa saja yang mau punya penghasilan tambahan. Gabung sekarang dan jadi bagian dari komunitas reseller yang seru, supportif, dan penuh peluang!
Editor: Mahfida Ustadhatul Umma

